Revolusioner
R evolusioner adalah seorang, sekelompok, ataupun organisasi yang bergerak pada sebuah REVOLUSI.
Makna kata Revolusi itu sendiri adalah perubahan secara sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat.
Makna kata Revolusi itu sendiri adalah perubahan secara sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat.
Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan maupun tidak direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan dengan kekerasan maupun tidak dengan kekerasan. Dari sisi pengertian ini, maka makna yang dapat ditangkap dari kata revolusi adalah sebuah perubahan yang bersifat sporadic, cepat, dan strategis.
N abi Muhammad SAW pernah melakukan sebuah revolusi yakni pada saat fathu Mekkah, penaklukkan kota Mekkah. Perancis pada tahun yang berbeda mengalami revolusi atau perubahan secara dramatis dalam bidang sosio pembangunan dari agraria ke industri.
N abi Muhammad SAW pernah melakukan sebuah revolusi yakni pada saat fathu Mekkah, penaklukkan kota Mekkah. Perancis pada tahun yang berbeda mengalami revolusi atau perubahan secara dramatis dalam bidang sosio pembangunan dari agraria ke industri.
T etapi, ada beberapa orang yang kontra/menentang seorang Revolusioner. Sebagai contoh adalah kaum anarkis revolusioner, Mikhail Bakunin dan Sergey Nechaev berpendapat dalam Katekismus yang Revolusioner :
Revolusioner adalah orang terkutuk. Dia tidak memiliki kepentingan pribadi, tidak ada urusan, sentimen, dasi, properti atau bahkan nama sendiri. Seluruh dirinya dimakan oleh satu tujuan, satu pikiran, satu gairah-revolusi. Hati dan jiwa, bukan hanya dengan kata tapi dengan perbuatan, ia telah memutuskan setiap link dengan tatanan sosial dan dengan seluruh dunia yang beradab, dengan hukum, sopan santun, konvensi, dan moralitas dari dunia itu.Tentang siapa Mikhail Bakunin dan dan Sergey Nechaev, sobat bisa browsing di wikipedia atau googling.
Tokoh Revolusioner Indonesia
I ndonesia sendiri memiliki banyak tokoh revolusioner. Tapi, ada 1 tokoh revolusioner yang banyak dilupakan masyarakat.
Tan Malaka, Revolusioner yang Terlupakan
T an Malaka, seorang tokoh Revolusioner yang banyak dilupakan oleh masyarakat. Dengan nama asli ialah Ibrahim, Tan Malaka lahir pada tanggal 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gandam, Suliki, Sumatera Barat. Ayahnya, HM Rasyad, adalah seorang karyawan petani, sedang ibunya, Rangkayo Sinah adalah putri orang yang disegani di desa. Tan Malaka tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas dan berhasil lulus dari sekolah di Negri Belanda walaupun dalam jangka waktu yang lama. Ada suatu hal yang menarik dari Tan Malaka, ia dianggap sebagai tokoh Komunis, tapi di sisi lain ia merupakah Muslim. 

Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia.Itulah sepenggal dari pidato Tan Malaka, tokoh Marxis Indonesia yang juga sering disebut-sebut sebagai bapak pelopor Republik ini. Tidak banyak yang mengetahui sepak terjang beliau dalam peta perpolitikan dan sejarah bangsa ini, karena mungkin dahulu sempat berseberangan ideologi dan pemikiran dengan beberapa petinggi negara ini. Sebut saja Soekarno, yang juga sempat “belajar” dari Tan Malaka ini, tercatat pernah menjebloskan Tan Malaka ke dalam penjara dan konon katanya beliau juga dalang dibalik pembunuhan Tan Malaka.
M adilog dan Gerpolek, 2 karya besar Tan Malaka dari beberapa buku-buku Tan Malaka yang sangat inspiratif. Semua karya Tan Malaka dan permasalahannya didasari oleh kondisi Indonesia pada saat itu. Terutama rakyat Indonesia, situasi dan kondisi nusantara serta kebudayaan, sejarah lalu diakhiri dengan bagaimana mengarahkan pemecahan masalahnya. Cara tradisi nyata bangsa Indonesia dengan latar belakang sejarahnya bukanlah cara berpikir yang teoritis dan untuk mencapai Republik Indonesia sudah dia cetuskan sejak tahun 1925 lewat Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia). Karya-karya Tan Malaka lainnya yaitu :
- Parlemen atau Soviet (1920)
- Semangat Muda (1925)
- Pari dan PKI (1927)
- Manifesto Jakarta (1945)
- Islam dalam Tinjauan Madilog (1948)
- Dari Pendjara ke Pendjara (1970)







singkat amat penjelasannya ?
weleh-welwh, iki aku urung rampuk paklek.. -_-
kehalangan sama project lain.. :v
Aku ndak ngerti apa-apa masalah sejarah Indonesia... :v Wkwkwkkw,,, dan aku tidak terlalu tertarik... Aku lebih suka sama sejarah dunia.
Post a Comment